Painless Dentistry: Indikator dan Faktor yang Memengaruhi pada Remaja

Penulis

  • Agus Ardinansyah Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas YARSI
  • Ridhayani Hatta Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas YARSI
  • Nadia Audina Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas YARSI
  • Taghrid Yasmin Khuzaimah Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas YARSI

DOI:

https://doi.org/10.33096/f9xgt190

Kata Kunci:

painless dentistry, kecemasan dental, remaja, non-farmakologik, farmakologik

Abstrak

Pendahuluan: Painless dentistry merupakan suatu konsep perawatan gigi yang bertujuan untuk meminimalkan rasa sakit dan kecemasan pasien. Masa remaja merupakan fase penting dalam pembentukan perilaku kesehatan mulut jangka panjang, sehingga pengalaman positif selama perawatan gigi menjadi krusial. Kecemasan dental masih menjadi masalah pada remaja, sedangkan informasi mengenai persepsi siswa terhadap pendekatan non-farmakologik dan farmakologik dalam painless dentistry diperlukan sebagai dasar pengembangan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis indikator dan faktor yang memengaruhi pendekatan painless dentistry pada siswa SMA, dengan fokus pada persepsi terhadap pendekatan non-farmakologik dan farmakologik serta peran pengalaman kunjungan dental. Bahan dan Metode: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif deskriptif dengan rancangan potong lintang (cross-sectional) dengan total sampling pada 421 siswa SMA Islam PB Soedirman 2 Bekasi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berbasis skala Likert dan dianalisis secara deskriptif serta inferensial menggunakan Korelasi Spearman untuk menilai hubungan antara pengalaman dental sebelumnya dan skor painless dentistry. Hasil: Penelitian ini menunjukkan rerata skor domain non-farmakologik berada pada kategori tinggi (mean = 4,24), lebih tinggi dibanding domain farmakologik (mean = 3,95). Skor total painless dentistry juga tergolong tinggi (mean = 4,16). Terdapat hubungan positif signifikan antara pengalaman dental sebelumnya dan skor kenyamanan perawatan (r = 0,32; p< 0,001). Terdapat  48% remaja masih mengalami kecemasan selama prosedur. Kesimpulan: Persetujuan siswa terhadap indikator non-farmakologik secara deskriptif lebih tinggi daripada indikator farmakologik. Pengalaman kunjungan dental berhubungan dengan skor painless dentistry. Temuan ini menggambarkan persepsi siswa terhadap pendekatan painless dentistry dan hubungannya dengan pengalaman kunjungan dental.

Diterbitkan

2026-11-01

Terbitan

Bagian

Original Articles

Artikel Serupa

1-10 dari 13

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama