Studi In Silico Interaksi Senyawa Aktif Daun Tabat Barito terhadap iNOS sebagai Target Molekuler Inflamasi Mukosa Mulut
Keywords:
Daun tabat barito, Fitokimia, human inducible nitric oxide synthase, in silicoAbstract
Pendahuluan: Enzim inducible Nitric Oxide Synthase (iNOS) memegang peran sentral pada proses inflamasi di mana overekspresinya berkorelasi dengan peningkatan kerusakan jaringan, meliputi mukosa rongga mulut yang terpapar berulang dengan stimulus eksternal. Pengembangan senyawa nontoksik yang secara selektif mengatur iNOS tanpa memengaruhi isoenzim lain untuk perbaikan jaringan menjadi tantangan dalam dunia medis. Ekstrak daun Tabat Barito (Ficus deltoidea J.) dilaporkan non toksik dan beberapa fitokimianya memiliki efek antiinflamasi sehingga berpotensi untuk inhibitor iNOS. Tujuan: Menganalisis interaksi molekuler senyawa aktif daun Tabat Barito terhadap iNOS melalui pendekatan molecular docking sebagai target inflamasi mukosa mulut. Bahan dan Metode: Lima fitokimia diuji melalui molecular docking terhadap iNOS. Struktur kristal iNOS manusia (PDB ID: 1NSI) divalidasi menggunakan SAVESv6.1, ProSA, dan SWISS-MODEL. Profil farmakokinetik dianalisis dengan SwissADME. Persiapan protein dan ligan dilakukan dengan AutoDockTools (MGLTools 1.5.7), dan docking dianalisis menggunakan PyRx. Visualisasi interaksi menggunakan BIOVIA Discovery Studio Visualizer Client 2025. Hasil: Afinitas ikatan ligan bervariasi, di mana luteolin dan (+)-epicatechin menunjukkan ikatan terkuat, melampaui inhibitor standar L-NAME dan L-NMMA. Ligan berafinitas tinggi membentuk interaksi penting dengan residu situs katalitik serta beberapa ikatan hidrogen yang menstabilkan orientasi ligan. Analisis ADME menunjukkan profil drug-likeness yang baik untuk luteolin, epicatechin, dan vanillic acid, sedangkan quinic acid dan inhibitor standar memiliki penyerapan rendah akibat polaritas tinggi. Kesimpulan: Kelima fitokimia ekstrak daun Tabat Barito menunjukkan interaksi dengan iNOS, di mana vanillic acid merupakan senyawa dasar yang paling cocok untuk penggunaan oral dan topikal, sedangkan luteolin dan epicatechin menunjukkan potensi modulasi iNOS tertinggi, tetapi memerlukan modifikasi desain molekul.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Sinnun Maxillofacial Journal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



















