Efektivitas Madu Hutan (Apis dorsata) Dalam Menghambat Pertumbuhan Bakteri Aggregatibacter actinomycetemcomitans

Authors

  • Nur Rahmah Hasanuddin Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muslim Indonesia
  • Indrya Kirana Mattulada Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Muslim Indonesia
  • Azizah Uswatun Hasanah Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Muslim Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33096/smj.v5i02.116

Keywords:

Aggregatibacter actinomycetemcomitans, Apis dorsata, Madu hutan, Periodontitis

Abstract

Pendahuluan : Aggregatibacter actinomycetemcomitans merupakan bakteri patogen jaringan periodontal dan dapat menjadi etiologi inflamasi pada periodonsium. Bakteri ini dengan cepat mendegradasi jaringan mulai dari ligamen sampai tulang alveolar. Penggunaan bahan alami umumnya dianggap lebih efektif dibandingkan dengan obat modern, dikarenakan obat herbal dapat meminimalisir efek samping penggunaan obat kimia saat dikomsumsi. Salah satu bahan herbal yang dikenal dapat menghambat pertumbuhan bakteri pada penyakit periodontal yaitu madu. Madu hutan mengandung banyak senyawa yang dapat dijadikan sebagai antibakteri yaitu tekanan osmosis, keasaman dan inhibine. Selain itu, terdapat pula kandungan fenol, komponen peroksida dan non-peroksida, serta pH yang rendah sehingga dapat bersifat bakteriostatik dan bersifat bakterisidal. Tujuan penelitian : Untuk mengetahui bagaimana efektivitas madu hutan (Apis dorsata) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Aggregatibacter actinomycetemcomitans. Bahan dan Metode : Penelitian ini menggunakan uji eksperimental secara in vitro dengan menggunakan teknik disc difussion dengan tipe post test only control design. Uji statistik yang digunakan adalah uji Analisis of Varians (ANOVA). Adapun sampel pada penelitian ini terdiri dari 24 sampel. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan diameter zona daya hambat bakteri Aggregatibacter actinomycetemcomitans pada madu hutan (Apis dorsata) konsentrasi 80% sebesar 13,433 ± 8,936 pada madu hutan (Apis dorsata) konsentrasi 85% sebesar 14,783 ± 5,702 diperoleh nilai hasil p-value sebesar (p<0,01) artinya bahwa terdapat perbedaan yang signifikan. Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan madu hutan (Apis dorsata) pada konsentrasi 80% dan 85% efektif dalam menghambat bakteri Aggregatibacter actinomycetemcomitans.

Downloads

Published

2023-11-14

Issue

Section

Original Articles

Most read articles by the same author(s)