Teknik Behavior Management oleh Dokter Gigi terhadap Pasien Anak yang Tidak Kooperatif
DOI:
https://doi.org/10.33096/jjhqyq42Kata Kunci:
Teknik behaviour management, dokter gigi, pasien anak, tidak kooperatifAbstrak
Pendahuluan: Perawatan gigi pada anak sering kali menyebabkan ketidaknyamanan dan kecemasan yang dapat mempengaruhi tingkat kooperatif anak. Penggunaan teknik behavior management oleh dokter gigi sangat diperlukan, dengan mempertimbangkan ajaran Islam yang memberikan panduan terkait perilaku kesehatan untuk membantu menangani masalah tersebut. Tujuan Penelitian: Untuk menggambarkan teknik behavior management yang paling sering digunakan oleh dokter gigi pada pasien anak yang tidak kooperatif serta tinjauannya berdasarkan sudut pandang Islam. Bahan dan Metode: Desain penelitian menggunakan cross sectional dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Kriteria inklusi adalah dokter gigi yang bekerja di rumah sakit atau klinik yang berlokasi di Jakarta Timur. Hasil penelitian dianalisis menggunakan uji univariat. Hasil: Teknik tell-show-do diterapkan oleh 99,2% responden, merujuk pasien untuk tindakan farmakologis dipilih oleh 60,8% responden, dan 90,8% responden memilih teknik sedasi. Kesimpulan: Teknik behavior management yang paling banyak diterapkan oleh dokter gigi dalam menangani pasien anak yang tidak kooperatif di Jakarta Timur adalah metode tell-show-do. Menurut perspektif Islam, pemilihan teknik behavior management harus melibatkan musyawarah bersama orang tua serta disesuaikan dengan kompetensi dokter gigi.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Sinnun Maxillofacial Journal

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


















