Hubungan Kebiasaan Merokok dengan Terjadinya Smoker’s Melanosis pada Driver Ojek Online di Sekitar Kampus Universitas Mulawarman
DOI:
https://doi.org/10.33096/smj.v8i01.206Kata Kunci:
Smoker's melanosis, frekuensi merokok, durasi merokokAbstrak
Pendahuluan: Smoker’s melanosis merupakan bentuk hiperpigmentasi oral yang sering dijumpai pada perokok akibat aktivasi melanosit akibat paparan nikotin dan tar dalam jangka panjang. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan kebiasaan merokok dengan terjadinya smoker's melanosis pada driver ojek online di sekitar kampus Universitas Mulawarman. Bahan dan Metode: Desain yang digunakan adalah observasional analitik dengan desain potong lintang. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pemeriksaan oral gingiva, serta dianalisis menggunakan uji Spearman correlation. Hasil: Mayoritas responden berusia 18–33 tahun (57,45%) dan berpendidikan SMA/SMK (76,6%). Jenis rokok yang paling banyak dikonsumsi adalah rokok filler sebanyak (74,47%). Sebanyak (53,16%) responden termasuk perokok berat berdasarkan frekuensi dan (46,81%) memiliki durasi merokok lebih dari 10 tahun. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan antara konsumsi merokok (r = 0,432) dan durasi merokok (r = 0,618). Kesimpulan: Terdapat hubungan kebiasaan merokok dengan terjadinya smoker’s melanosis pada driver ojek online di sekitar kampus Universitas Mulawarman.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Sinnun Maxillofacial Journal

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

